Potensi Energi potensienergiair.jpgSalah satu solusi menghadapi masalah kelistrikan terutama di daerah perdesaan adalah pembangkit listrik tenaga air skala mikro. Pemerintah Provinsi NTB telah memulai kegiatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sejak akhir dasawarsa 80-an. Sampai saat ini telah dibangun delapan unit PLTMH dalam rangka program ketenagalistrikan perdesaan.
Pada beberapa daerah irigasi, secara bertahap telah dibangun PLTMH menggunakan air irigasi, misalnya di Keru Lombok Barat dengan kapasitas masing-masing 30 Kw dan 35 Kw dengan jumlah konsumen 365 kepala keluarga (KK) yang tersebar di beberapa dusun di Desa Sedau Lombok Barat dan Desa Pemepek Lombok Tengah. Di sekitar lokasi ini yakni di dusun Selenai masih dimungkinkan untuk membangun 1 (satu) buah PLTMH yang dapat dipadukan dengan energi angin atau kincir angin (Hybrid technology). POTENSI SUMBER DAYA ENERGI
Pembangunan ketenagalistrikan di NTB diarahkan untuk diversifikasi pemanfaatan energi primer pembangkit tenaga listrik, baik fosil maupun non fosil dalam rangka mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya untuk menunjang pembangunan yang berkelanjutan. Program diversifikasi pemanfaatan energi primer untuk pembangkit tenaga listrik dalam rangka meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan memberi kesempatan kepada usaha kecil dan koperasi, berpartisipasi dalam usaha pembangkitan tenaga listrik serta untuk mendorong industri penunjang tenaga listrik dalam negeri. Pembangkit Skala Kecil Tersebar (PSKT) yaitu dengan jumlah daya terpasang maksimum 1 MW yang memanfaatkan sumber energi terbarukan (mikrohidro, biomassa, panas bumi, surya, dan angin), penting untuk dikembangkan.

Potensi Energi Panas Bumi

Potensi panas bumi di NTB terdapat di tiga lokasi pada lingkungan gunung berapi, yaitu Sembalun Kabupaten Lombok Timur, Maronge Kabupaten Sumbawa dan Hu’u Kabupaten Dompu.

Jumlah potensi panas bumi pada ketiga daerah tersebut mencapai sekitar 144 Mega Watt equivalent (Mwe) yang terdiri atas potensi hipotetik (± 74 Mwe), dan kemungkinan potensi (± 70 Mwe). Manifestasi yang ditunjukkan daerah tersebut setelah melalui pengukuran temperatur permukaan berkisar antara 350 C – 820 C. Potensi panas bumi terbesar berada pada Lapangan Panas Bumi Sembalun, yang mampu digunakan untuk pembangkit listrik skala kecil.

Adapun tiga lokasi potensi panasbumi NTB yakni :

1. Lapangan Panas Bumi Sembalun, terletak antara 115°45’00”-119°25’00” BT; 8°05’00”- 9°10’15” LS. Manifestasinya berupa sumber air panas dan alterasi. Ketiga sumber air panas yaitu: Aik Kukusan, Aik Kalak dan Aik Sebu yang muncul di luar dinding kaldera Sembalun pada batuan lava, sedangkan alterasi berada di dalam dinding kaldera dekat hulu sungai Orok
2. Lapangan panasbumi Maronge, terletak antara 117°13’30” -121° 37’30” BT dan 8° 40’00’-8° 27’00’ LS. Manifestasi panas bumi dipermukaan berupa airpanas dengan suhu 35-86°C, lapangan solfatar, fomarol dan tanah panas, perkiraan suhu bawah permukaan berdasarkan Na/Li Geothermometer berkisar antara 150-200°C.
3. Lapangan Panasbumi Hu’u, terletak pada koordinat 118°.30’.00” BT. -8°.50’.00” LS. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Geologi daerah panasbumi Hu’u terletak dalam jalur gunungapi Tersier bersusun basalt, andesit dan dasit. Interprestasi hasil pengukuran Sounding menunjukan suatu aktivitas panasbumi yang kuat di bawah permukaan. Apabila sumua lapisan konduktif dari true resistivity ternyata benar disebabkan oleh pengaruh panas di bawah permukaan, maka daerah yang dapat dianggap potensial diperkirakan 60 km2.
daftar pustaka;http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=3548&Itemid=1540

~ oleh nurta di/pada Maret 4, 2008.

Tinggalkan Balasan